Ekologi perairan adalah merupakan sebuah studi ilmu yang
mengenai lingkungan yang mana terfokus mempelajari interaksi hubungan
timbal balik antara
organisme di perairan dengan lingkungannya, dapat diartikan sebagai respon atau
sikap ikan terhadap lingkungannya. ikan merupakan hewan air, bertulang
belakang, yang mempunyai banyak spesies. Ikan juga memiliki respon yang
berbeda-beda terhadap apa yang terjadi terhadap perubahan lingkungan mereka.
Beberapa contoh respon ikan yaitu adalah ikan tersebut berkumpul di suatu
tempat perairan yang mana memiliki tingkat oksigen yang cukup banyak. Ikan
terkadang melakukan migrasi untuk berbagai keperluan seperti berkembang biak,
mencari makan, dan mencari tempat tinggal baru.
Penangkapan ikan adalah suatu kegiatan
pengambilan ikan yang dilakukan oleh seseorang. Dalam pengambilan ikan bagi
nelayan tentunya terdapat beberapa point-point yang dapat digunakan
mengindikasikan letak dari grombolan ikan tersebut seperti terdapat
segerombolan ikan pemakan ikan yang berterbangan diatas permukaan laut untuk
mencari makan atau bisa dengan mencari keberadaan terumbu karang karena seperti
yang telah kita ketahui bahwa terdapat ikan yang bertempat tinggal diterumbu
karang dan juga bisa menggunakan bantuan alat untuk mencari ikan penggunaan alat fish finder yang digunakan
untuk mengetahui apabila terdapat ikan-ikan yang mendekat atau terdapat di
sekitar kapal nelayan.
Studi ekoper (ekologi perairan tropis)
terdapat beberapa variable-variable yang dapat digunakan untuk membantu dalam
menentukan keberadaan ikan disuatu tempat, yang mana dengan mengetahui
keberadaan ikan akan lebih mudah dalam pennagkapan ikan. Dalam studi ekoper
terdapat parameter-parameter yang dapat digunakan oleh para pencari ikan untuk
menentukan posisi ikan yaitu fisika, kimia, dan biologi, yang mana dari ketiga
parameter tersebut dapat saling berkesinambungan seperti tingkat oksigen yang
mana ikan akan berkumpul didaerah dengan tingkat oksigen yang tinggi, dengan
kata lain harus terdapat tanaman air dan cahaya matahari yang masuk kedalam
perairan dan perairan tersebut memiliki kedalaman yang tidak terlalau dalam
agar kita bisa mengetahui banyak sedikitnya oksigen terlarut di perairan.
Tingkat kesuburan dari perairan menjadi penentu utama dalam mengestimasikan
letak dari ikan tersebut, dan hal tersebut dapat diketahui dengan adanya
kerang-kerangan atau juga terdapat dari jenis Crustacea seperti kepiting dan udang-udangan yang hidup di dasar
atau sekitar perairan tersebut yang mengindikasikan suburnya perairan tersebut.
Suhu dapat mempengaruhi metabolisme dari tubuh ikan, nafsu makan ikan,
reproduksi ikan, dan jika di suhu yang ekstrim dapat menyebabkan kematian bagi
ikan. Suhu merupakan salah satu variable yang dominan bagi ikan karena
mempunyai pengaruh langsung bagi si ikan.
Berdasarkan kalimat diatas dapat ditarik
sebuah kesimpulan yaitu studi ekologi perairan mempunyai peran dalam
penangkapan ikan dengan cara mengetahui posisi dari ikan tersebut dilihat dari
tingkat kesuburan dari perairan laut tersebut dan kondisi dari kebutuhan ikan
itu sendiri.
Komentar
Posting Komentar