Langsung ke konten utama

PENGARUH SALINITAS DAN SUHU TERGHADAP ARUS




            Arus air laut adalah pergerakan massa air secara vertikal dan horisontal sehingga menuju keseimbangannya, atau gerakan air yang sangat luas yang terjadi di seluruh lautan dunia. Arus juga merupakan gerakan mengalir suatu massa air yang dikarenakan tiupan angin atau perbedaan densitas atau pergerakan gelombang panjang
Hubungan antara Arus dan Suhu Laut
            Beberapa arus yang terjadi di dunia pun diakibatkan karena perbedaan suhu perairan di seluruh dunia. Misalnya pada daerah ekuator suhu perairannya lebih panas dibanding daerah kutub. Hali ini terjadi karena daerah ekuator lebih banyak menyerap panas matahari dibanding daerah kutub
            Pada daerah ekuator terlihat lebih renggang, ini merupakan tanda bahwa perairan di daerah ekuator lebih panas dan airnya “mengembang”. Sedangkan disekitarnya terlihat padat karena suhu perairannya lebih dingin dibanding pada daerah ekuator. Contoh arus yang bergerak dari daerah yang lebih panas ke dingin  adalah Arus Khatulistiwa Utara yang merupakan arus panas yang mengalir menuju ke arah barat sejajar dengan garis khatulistiwa dan ditimbulkan serta didorong oleh angin pasat timur laut.
            Selain dapat mengarahkan arah arus laut, suhu panas di laut pun dapat berdampak terhadap aspek meteorologi. Beberapa tempo yang lalu, suhu panas laut yang tinggi pada daerah selatan Indonesia dan utara Australia yang terjadi pada bulan desember – maret telah menimbulkan badai atau angin Siklon Vince

Hubungan antara salinitas dan arus air laut
            Salinitas merupakan tingkat keasinan atau kadar garam terlarut dalam air/salinitas juga dapat mengacu pada kandungan garam dalam tanah. Cara yang biasa digunakan untuk menentukan salinitas adalah menghitung jumlah kadar garam dalam satu sampel yang biasa disebut klorinitas, dengan rumus : 0/00 = klorinitas x 1,817.
Salinitas dalam suatu konsidi perairan mempunyai standar yang berbada-beda, Kandungan garam pada sebagian besar danau, sungai, dan saluran air alami sangat kecil sehingga air di tempat ini dikategorikan sebagai air tawar. Kandungan garam sebenarnya pada air ini, secara definisi, kurang dari 0,05%. Jika lebih dari itu, air dikategorikan sebagai air payau atau menjadi saline bila konsentrasinya 3 sampai 5%. Lebih dari 5%, ia disebut brine.

Hubungan Salinitas dengan Densitas
            Densitas dapat juga dikatakan sebagai Massa Air. Densitas merupakan salah satu parameter terpenting dalam mempelajari dinamika laut. Perbedaan densitas yang kecil secara horisontal (misalnya akibat perbedaan pemanasan di permukaan) dapat menghasilkan arus laut yang sangat kuat. Oleh karena itu penentuan densitas merupakan hal yang sangat penting dalam oseanografi. Lambang yang digunakan untuk menyatakan densitas adalah ρ (rho). 
            Sensitas dangant tergantung dengan temperature(T) dan salinitas (S) juga Tekanan (p). Densitas akan bertambah apabila salinitas menurun, hal ini dikarenakan jumlah kadar garam yang berada dalam air menurun dan peristiwa ini akan mengurangi beban/ massa air tersebut.
Salinitas mempengaruhi pergerakan pada kedalaman air laut. Ini disebabkan adanya perbedaan kadar salinitas di setiap zona kedalaman laut. Air laut yang bersalinitas tinggi akan bergerak ke kadar air laut yang bersalinitas rendah. Itulah yang disebut perbedaan densitas air laut.perbedaan densitas air laut meneybabkan pergerakan di kedalaman air laut .


Komentar

Postingan populer dari blog ini

Ruaya Ikan

Ruaya merupakan satu mata rantai daur hidup bagi ikan untuk menentukan habitat dengan kondisi yang sesuai bagi keberlangsungan suatu tahapan kehidupan ikan. Ikan peruaya pada waktu tertentu meninggalkan habitatnya untuk melakukan aktivitas tertentu, sehingga ada beberapa spesies ikan mempunyai daerah ruaya yang berbeda baik secara musiman maupun pada tahapan perkembangan hidup. Pada dasarnya tujuan aktivitas ruaya oleh ikan dapat dikelompokkan berdasarkan tujuan pergerakan ruaya yaitu ruaya untuk pemijahan, ruaya untuk pembesaran dan mencari makanan, ruaya untuk pengungsian Faktor yang mempengaruhi proses ruaya ikan 1.       Faktor dalam Faktor yang terdapat dalam tubuh ikan : kerja hormon thyroid, steroid, thyroxine, kulit, ginjal dan insang. 2.       Faktor luar Faktor lingkungan y an g secara langsung/tdk mempengaruhi aktifitas ruaya: Suhu, intensitas cahaya, arus, perubahan kondisi perairan (pencemaran)  ...

PROSES PEMBENTUKAN WADUK DAN PERANANNYA

              Waduk menurut pengertian umum adalah tempat pada permukaan tanah yang dimaksudkan untuk menyimpan/ menampung air saat terjadi kelebihan air/musim penghujan, kemudian air yang melimpah tersebut dimanfaatkan untuk keperluan pertanian dan berbagai keperluan lainnya pada saat musim kemarau. Waduk juga suatu daerah yang digenangi badan air sepanjang tahun serta dibentuk atau dibangun atas rekayasa manusia, dibangun dengan cara membendung aliran sungai bertahan sementara dan menggenangi bagian daerah aliran sungai atau watershead yang rendah.   Proses Pembentukan Waduk Waduk terbentuk karena ada campur tangan manusia dalm proses pembuatannya, Waduk buatan dibangun dengan cara membuat bendungan yang lalu dialiri air sampai waduk tersebut penuh. Waduk juga bisa dibuat dengan pembendungan pada sungai. Pembangunan waduk buatan sendiri umumnya dilakukan di lahan yang bebas dari jangkauan warga ata...

ANALISIS EKONOMI KELEMBAGAAN

Beberapa kendala yang menjadi permasalahan pengembangan rumput laut di Provinsi Maluku pada umumnya dan Kabupaten Maluku Tenggara pada khususnya adalah pada tingkatan makro regional yaitu : (1) Pasar internal yang kecil (small internal market) ; (2) Skala ekonomi yang tidak mencukupi (diseconomic of scale) ; (3) Ekonomi biaya tinggi (high cost economy) ; Kelembagaan di tingkat masyarakat dan pemerintah; (4) Kelembagaan di tingkat masyarakat dan pemerintah; (5) Halangan dalam perdagangan internasional (entry barrier) dan (6) Keterbatasan kemampuan daerah baik dari APBN maupun APBD. Sedangkan di tingkat mikro hambatan yang sering dikeluhkan oleh pembudidaya adalah : (1) Kesulitan memasarkan hasil; (2) Kesulitan untuk mengakses modal; (3) Kurangnya kemampuan manajemen usaha; (4) Tingginya biaya variabel sehingga produk yang dijual kurang berdaya saing; (5) Rendahnya harga jual; dan (6) Kesulitan memperoleh tenaga kerja yang berkualitas (Pemprov Maluku, 2010). Intervensi pemerintah...