Langsung ke konten utama

ALAT TANGKAP TRAMMEL NET DAN SHRIMP TRAWL UNTUK UDANG TANPA MERUSAK EKOSISTEM




Abstrak
            Udang termasuk ikan demersal karena hidup di bagian dasar perairan.  Shrimp trawl dan Trammel net adalah salah satu alat tangkap ikan yang sering digunakan untuk menangkap udang. Alat tangkap shrimp trawl lebih fokus terhadap penangkapan ikan demersal, sedangkan trammel tidak hanya fokus terhadap ikan demersal tetapi juga ikan semi pelagis yaitu ikan yang melayang-layang di air. Penggunaan trawl dapat merusak habitat dasar laut dan dapat mengurangi kelestarian lingkungan sunberdaya ikan. Sekarang ini penggunaan alat tangkap trawl sudah dilarang oleh menteri kelautan dan perikanan karena trawl dianggap dapat mengakibatkan menurunnya sumber daya ikan dan mengancam kelestarian lingkungan sumber daya ikan, sehingga perlu dilakukan pelarangan penggunaan alat penangkapan ikan Pukat Hela (trawls). Sekarang para nelayan menggunakan jaring insang ( gill net ), karena trawl sudah dilarang, meskipun telah dilarang tetap saja terdapat nelayan nakal yang menggunakan trawl untuk menangkap udang laut.
Kata kunci : shrimp trawl, trammel net, penggunaan dan penggunaan

3.1 Penggunaan Trawl Shrimp dan Trammel Net
Pada dasarnya Trawl shrimp adalah suatu jaring yang digunakan untuk menangkap ikan demersal, seperti udang, kepiting dan lain-lain. Tali ris atas biasa disebut juga dengan Head rope. Tali ris atas trawl umumnya terbuat dari baja yang dibalut dengan benang (Compaud tape) pada tali ris atas dipasang pelampung yang berbentuk bola. Jumlah dan ukurannya tergantung dari besarnya alat tangkap. Jumlah pelampung serta cara penyusunannya pada tali ris atas akan sangat berpengaruh pada bentuk pembukaan mulut jaring ketika dioperasikan di laut. Ukuran alat tangkap sering digunakan dengan panjang atau pendeknya tali ris atas maupun tali ris bawah dari trawl.  Tali ris bawah ini disebut dengan Ground rope atau Foot rope. Tali ris bawah trawl biasanya terbuat dari kawat baja yang dibalut benang. Umumnya bahan tali ris bawah sama dengan tali ris atas, dimana pada tali ris bawah dipasang pemberat yang berfungsi memberi gaya vertikal ke bawah untuk membuka mulut jaring. Pemberat yang digunakan pada pukat udang adalah rantai atau logam. Fungsi rantai sebagai pemberat juga merupakan alat pengejut dan pengaduk lumpur di dasar perairan sehingga udang-udang yang bersembunyi di lumpur keluar dan dapat ditangkap oleh pukat udang. Bahan yang digunakan sebagai pemberat adalah campuran logam dan karet, bahan-bahan campuiran ini juga disebut sebagai gelondongan karet yang berbentuk seperti bola atau silinder (bobbin).  Perbedaan yang sangat mencolok antara pukat ikan dan pukat udang adalah penggunaan pemberat atau tali ris bawah di mata pukat udang menggunakan rantai atau logam lain sedangkan pada pukat ikan menggunakan bobbin. pada saat tali ris bawah mengaduk pasir kemungkinan besar karang-karang juga dapat tertarik yang menyebabkan kerusakan pada habitat air.

3.2 pengaruh penggunaan Trmmel Net dan Shrimp Trawl bagi alam dan habitat udang dan ekosistem demersal
Penggunaan shrimp trawl ini telah di larang oleh mentri perikanan dan kelautan dalam peraturan menteri kelautan dan perikanan republik Indonesia nomor 2/permen kp/2015 tentanglarangan penggunaan alat penangkapan ikan pukat hela (trawls) dan pukat tarik (seine nets) di wilayah pengelolaan perikanan negara republic Indonesia” pada pasal 2 dan pasal 3 yang menyebutkan bahwa :
Pasal 2
Setiap orang dilarang menggunakan alat penangkapan ikan pukat hela (trawls) dan alat penangkapan ikan pukat tarik (seine nets) di seluruh Wilayah Pengelolaan Perikanan Negara Republik Indonesia.
Pasal 3 ayat 2e
(2) Pukat hela dasar (bottom trawls) sebagaimana dimaksud pada ayat (1) huruf a, terdiri dari:
a. pukat hela dasar berpalang (beam trawls);
b. pukat hela dasar berpapan (otter trawls);
c. pukat hela dasar dua kapal (pair trawls);
d. nephrops trawls; dan
e. pukat hela dasar udang (shrimp trawls), berupa pukat udang
dengan alasan bahwa bahwa penggunaan alat penangkapan ikan Pukat Hela (trawls) dan Pukat Tarik (seine nets) di Wilayah Pengelolaan Perikanan Negara Republik Indonesia telah mengakibatkan menurunnya sumber daya ikan dan mengancam kelestarian lingkungan sumber daya ikan, sehingga perlu dilakukan pelarangan penggunaan alat penangkapan ikan Pukat Hela (trawls) dan Pukat Tarik (seine nets);
            Trammel net adalah salah satu jenis alat tangkap ikan yang termasuk dalam golongan gillnet, gillnet adalah alat penangkap ikan berbentuk segiempat  persegi panjang yang ukuran mata jaringnya sama besar dan diengkapi dengan pelampung, pemberat, tali ris atas dan tali ris bawah untuk menghadang arah renang ikan, sehingga ikan sasaran terjerat mata jaring atau terpuntal pada bagian tubuh jaring. (fahrudin dan hudring : 2014), lalu jaring diangkat menggunakan net hauler, net hauler merupakan mesin penangkapan yang digunakan untuk menarik jaring insang ( Gautama: 2014) 
Trammel net adalah jaring tiga lapis yang menetap di dasar atau hanyut menurut arus/kapal atau ditarik salah satu sisinya. Dua lapis jaring dindingnya mampunyai mata besar sedangkan yang didalam hermata lebih kecil dan tergantung longgar. Ikan dapat terpuntal pada jaring bagian dalam setelah menembus bagian luar. Alat ini banyak diusahakan untuk penangkapan udang. Sesuai dengan lingkungan dan cara hidup dari udang dan jenis binatang demersal lainnya. Maka alat setelah dilepas/dilabuh diharapkan dapat mendasar dengan baik. Dengan hal tersebut diharapkan bahwa selain udang dan ikan-ikan demersal yang menjadi sasaran/tujuan penangkapan yang dalam perdagangan mempunyai harga yang layak dapat tertangkap juga. Contoh : kakap, bawal hitam, bawal putih, manyung, dll


Daftar pustaka
- Fachrudin dan Hudring.2014.identifikasi jaring ikan (gill net).Balai besar penangkapan ikan: semarang
- Gautama, syahasta dwinanti.2014.alat bantu mesin penangkapa ikan ( fishing deck machinery). Balai besar penangkapan ikan : Semarang
- Hiroshi, Agi.2012. Hasil Tangkapan dari Metode Jaring Trammel Net. http://www.alamikan.com/2012/11/mengetahui-tentang-jaring-trammel-net.html
- Kanna, iskandar .2006 . Lobster . kanisius : yogyakarta

- Kep.Men KP No. 2/Permen-Kp/2015 Tentang Larangan Penggunaan Alat Penangkapan Ikan Pukat Hela (Trawls) Dan Pukat Tarik (Seine Nets) Di Wilayah Pengelolaan Perikanan Negara Republik Indonesia

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Pancing Senggol

Pancing Senggol adalah sejenis pancing rawai tetapi dalam pengoperasiannya tidak menggunakan umpan. Ikan yang terjebak oleh kail karena ikan tidak sengaja menyenggol kail saat lewat dan akhirnya tersangkut di kail. Pancing Senggol memiliki Panjang branch line yang pendek Cara Pengoperasian Pengoperasian dari alat tangkap pancing Senggol terdiri dari 3 tahap yaitu, setting, immersing dan hauling.  a. Setting adalah proses pemasangan alat tangkap pada fishing ground, dimulai dari penurunan pelampung tanda dan pemberat pertama, setelah itu kail satu persatu turun ke air. Proses setting dilakukan pada sore hari jam 5, dengan jarak fishing ground dari fihing base ± 2 mil, dan jarak 200 meter dari tebing. Pemsangan dari alat tangkap pancing Senggol yaitu dengan tegak lurus dengan pantai dan agak miring 45o , agar pada saat immersing alat tangkap tersebut terbawa arus dan akhirnya menjadi sejajar dengan pantai.  b. Immersing adalah proses menunggu alat tangkap, nelaya...

Ruaya Ikan

Ruaya merupakan satu mata rantai daur hidup bagi ikan untuk menentukan habitat dengan kondisi yang sesuai bagi keberlangsungan suatu tahapan kehidupan ikan. Ikan peruaya pada waktu tertentu meninggalkan habitatnya untuk melakukan aktivitas tertentu, sehingga ada beberapa spesies ikan mempunyai daerah ruaya yang berbeda baik secara musiman maupun pada tahapan perkembangan hidup. Pada dasarnya tujuan aktivitas ruaya oleh ikan dapat dikelompokkan berdasarkan tujuan pergerakan ruaya yaitu ruaya untuk pemijahan, ruaya untuk pembesaran dan mencari makanan, ruaya untuk pengungsian Faktor yang mempengaruhi proses ruaya ikan 1.       Faktor dalam Faktor yang terdapat dalam tubuh ikan : kerja hormon thyroid, steroid, thyroxine, kulit, ginjal dan insang. 2.       Faktor luar Faktor lingkungan y an g secara langsung/tdk mempengaruhi aktifitas ruaya: Suhu, intensitas cahaya, arus, perubahan kondisi perairan (pencemaran)  ...

PROSES PEMBENTUKAN WADUK DAN PERANANNYA

              Waduk menurut pengertian umum adalah tempat pada permukaan tanah yang dimaksudkan untuk menyimpan/ menampung air saat terjadi kelebihan air/musim penghujan, kemudian air yang melimpah tersebut dimanfaatkan untuk keperluan pertanian dan berbagai keperluan lainnya pada saat musim kemarau. Waduk juga suatu daerah yang digenangi badan air sepanjang tahun serta dibentuk atau dibangun atas rekayasa manusia, dibangun dengan cara membendung aliran sungai bertahan sementara dan menggenangi bagian daerah aliran sungai atau watershead yang rendah.   Proses Pembentukan Waduk Waduk terbentuk karena ada campur tangan manusia dalm proses pembuatannya, Waduk buatan dibangun dengan cara membuat bendungan yang lalu dialiri air sampai waduk tersebut penuh. Waduk juga bisa dibuat dengan pembendungan pada sungai. Pembangunan waduk buatan sendiri umumnya dilakukan di lahan yang bebas dari jangkauan warga ata...